Agen bola Piala Dunia

Silakan Hubungi Cs kami untuk informasi lebih lanjut.

SELAMAT DATANG DI BLOG PREDIKSI CERIA4D

Blog Prediksi Resmi dari BO CERIA4D

Lomba Tebak 3D -2Line Bersama CERIA4D

bagi yang ingin mengikuti Silakan bergabung di Group Facebook kami "DONATAN4D Agent Togel Terpercaya"

Link WAP Donatan4D

Kini Hadir Versi Handphone Untuk memudahkan Para Member melakukan Betting dimana saja dan kapan saja.

Donatan4D bandar Togel Online Terpercaya

Silakan Hubungi Kami melalui Kontak di Atas

Saturday, January 8, 2022

Misteri Dover Demon

 Hanya sedikit makhluk misterius yang bisa dihubungkan dengan dunia cryptozoology dan dunia ufology sekaligus. Dover Demon adalah salah satunya. Namun karena nama itu diberikan oleh seorang cryptozoologist, maka Dover Demon akhirnya lebih dikenal sebagai makhluk cryptid ketimbang alien.


Tidak seperti Nessie yang terlihat selama rentang waktu sekitar 1.500 tahun, Dover Demon hanya terlihat selama 3 hari. Namun itu cukup untuk membuat makhluk ini masuk ke dalam daftar makhluk-makhluk cryptid paling misterius di dunia dan menjadi subjek penelitian cryptozoology yang cukup panjang hingga hari ini.

Perjumpaan Bill Bartlett
Semuanya bermula pada tanggal 21 April 1977, pukul 10:30 malam.

Saat itu, tiga orang pemuda berusia sekitar 17 tahun sedang mengendarai mobil di wilayah Massachusetts, Amerika Serikat. Bill Bartlett memegang kemudi sementara dua temannya yang lain asyik mengobrol.

Tiba-tiba, lampu mobil menyoroti satu sosok aneh.

Bill terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Semula ia mengira sedang melihat seekor anjing atau kucing, namun ia menyadari kalau makhluk itu tidak seperti yang disangkanya.

Tubuh makhluk itu tergolong aneh karena tidak proporsional dengan kepala besarnya yang terlihat seperti melon. Matanya bulat seperti kelereng, berwarna oranye dan terlihat bercahaya. Tangan dan kakinya sangat kurus dan panjang dihiasi dengan jari-jari yang sangat tipis.

Tetapi apa yang membuat Bill terkesima adalah penampilan wajahnya yang tidak biasa. Wajah itu rata, tanpa hidung, mulut atau telinga.

Walaupun tersorot oleh lampu mobil yang silau, makhluk itu sepertinya tidak peduli. Bill melihat ia merangkak dari dinding batu ke arah jalan raya dengan telapak tangannya yang tipis sebelum akhirnya menghilang di kegelapan malam.

Rekan-rekan Bill yang lain sedang sibuk berbicara satu sama lain sehingga tidak sempat melihat makhluk itu. Tetapi Bill tahu kalau ia tidak salah lihat - seekor makhluk aneh yang belum pernah dijumpainya sebelumnya.

Jadi, pada malam itu, makhluk yang di kemudian hari disebut Dover Demon tampil untuk pertama kalinya.

Beberapa jam kemudian, makhluk itu kembali muncul di hadapan saksi lainnya.

Perjumpaan John Baxter
2 jam kemudian, tidak jauh dari situ, John Baxter, 15 tahun, dan Pete Mitchell, 13 tahun, sedang berjalan pulang ke rumahnya sehabis mengunjungi rumah seorang teman.

Tiba-tiba, mata mereka tertuju kepada sebuah figur bertubuh kecil yang terlihat di kejauhan. John mengira figur itu adalah temannya yang bernama Bouchard yang juga bertubuh kecil. Jadi ia memanggil namanya.

Tidak ada respon. John dan Pete pun mendekat.

Sosok kecil itu kemudian berlari ke arah selokan, berhenti di samping sebuah pohon dan berdiri sesaat di situ. Pada saat itulah mereka berdua menyadari kalau figur itu bukan Bouchard.

"Makhluk itu berdiri pada jarak sekitar 15 kaki dari tempatku berdiri. Kami hanya berdiri disitu sambil memandanginya. Aku yakin kalau makhluk itu pun memandangiku." Kata John sambil mengingat peristiwa malam itu.

Beberapa saat kemudian makhluk itu menghilang ke arah hutan. John merasakan jantungnya berdetak dengan lebih cepat. Lalu ia berlari ke arah Farm Street dan pulang ke rumahnya. Malam itu ia menggambar sketsa makhluk yang dilihatnya dan sketsa itu ternyata mirip dengan sketsa yang juga digambar oleh Bill Bartlett.

Hari berikutnya, dua saksi lainnya kembali melihat makhluk itu.

Perjumpaan Abby Brabham
Pada pagi hari tanggal 23 April 1977, Will Traintor, 18 tahun, sedang menyetir di Springdale Avenue untuk mengantar pulang pacarnya yang bernama Abby Brabham, 15 tahun.

Sementara mobil melaju, tanpa sengaja Abby melihat satu makhluk aneh sedang berdiri di sisi kiri jalan raya.
"Makhluk itu terlihat seperti seekor kera. Lalu aku melihat kepalanya dan menyadari kalau kepala itu terlalu besar dan aneh..Matanya berwarna hijau terang dan terlihat bersinar dan sepertinya sedang memandangiku."
Makhluk itu menyentuh tanah dengan kedua tangan dan kakinya. Abby memperkirakan makhluk itu memiliki tinggi kurang lebih sama dengan seekor kambing. Deskripsi yang diberikan Abby sama dengan deskripsi yang diberikan Bill Bartlett. Bedanya, Abby menyebutkan kalau makhluk itu memiliki mata berwarna hijau terang, bukan oranye.

Sketsa yang dibuat oleh Abby Brabham

Ketika laporan penampakan ini sampai ke pihak yang berwajib, Bartlett, Baxter, Brabham dan Traintor memberikan sketsa makhluk yang dilihat oleh mereka. Dan ketiga sketsa itu memperlihatkan makhluk yang serupa!

Untuk menegaskan kembali pengalaman itu, dalam sketsanya, Bill menuliskan satu kalimat: "Aku Bill Bartlett, bersumpah di atas Alkitab kalau aku benar-benar melihat makhluk itu."

Sketsa yang dibuat berdasarkan laporan Bill Bartlett

Tidak lama kemudian, kisah perjumpaan itu sampai ke telinga Loren Coleman, seorang Cryptozoologist ternama yang tinggal di daerah itu. Ia kemudian mengajak peneliti UFO bernama Walter Webb dan Ed Fogg untuk menyelidiki kasus ini bersama-sama.

Sketsa yang dibuat berdasarkan laporan John Baxter

Mereka melakukan wawancara terhadap para saksi, para guru dan petugas polisi.

Setelah melakukan penyelidikan selama-berhari-hari, mereka menyimpulkan kalau para saksi ini tidak merekayasa penampakan ini karena mereka menceritakan perjumpaan dengan makhluk yang sama walaupun tidak saling mengenal sebelumnya.

Kemudian Loren Coleman menyebut makhluk ini dengan sebutan Dover Demon. Media menyukainya dan makhluk itu pun mendapatkan nama resminya hingga sekarang.

Sampai saat itu, tidak ada yang pernah tahu identitas makhluk itu sebenarnya.

Makhluk apakah itu?
Sebagian orang percaya kalau makhluk itu adalah alien karena kemiripannya dengan makhluk-makhluk alien di penampakan-penampakan UFO. Yang lain berpendapat kalau makhluk itu mungkin adalah hewan spesies baru yang belum dikenal, makhluk mutan atau hybrid.

Sebagian lainnya bahkan meragukan kredibilitas penampakan ini mengingat semua saksi adalah anak-anak remaja. Contohnya adalah teori Martin S.Kottmeyer. Ia percaya kalau apa yang dilihat oleh para saksi itu sesungguhnya hanyalah seekor rusa muda. Posisi mata di wajahnya, tidak adanya hidung serta mulut, mirip sekali dengan deskripsi kepala rusa muda. Lagipula semua penampakan terjadi pada malam hari sehingga imajinasi saksi akan dengan mudah menipu mereka.

Rusa muda

Tetapi Coleman percaya kalau makhluk ini lebih misterius daripada yang disangka. Menurut Coleman, sejarah kota Dover dipenuhi oleh hal-hal misterius.
"Di kota ini, kita memiliki tiga legenda besar yang terjadi. Pertama, penampakan kuda siluman, lalu legenda harta karun yang terkubur dan kemudian Dover Demon. Menurut saya hal ini saling terhubung."
Jadi, apakah mungkin para remaja itu telah melihat rusa atau anak kuda seperti yang dipercaya sebagian orang?

Coleman tidak yakin mengenai itu. Ia telah menyisir daerah itu dan tidak menemukan satu peternak pun yang kehilangan kuda. Mengenai rusa, hanya ada dua rusa yang pernah terlihat di Massachusetts, yaitu tahun 1977 dan 1978. Keduanya berada di Massachusetts tengah, bukan di wilayah terjadinya penampakan. Lagipula, jika memang makhluk yang dilihat para saksi adalah kedua rusa itu, maka ukurannya tidak mungkin sekecil itu. Dengan demikian identitas makhluk ini masih misterius.

Jika makhluk ini memang spesies yang tidak dikenal, mengapa hanya terlihat selama tiga hari?

Pertanyaan ini juga membingungkan Coleman. Menurutnya:
"Mengenai Dover Demon, tidak pernah ada makhluk seperti itu dilaporkan sebelumnya. Dover Demon tidak sesuai dengan deskripsi Chupacabraalien Roswell ataupun kelelawar telinga besar yang pernah menyerang satu keluarga di Kentucky tahun 1955. Kasus ini unik karena tidak memiliki koneksi dengan fenomena yang lain."
Dan karena keunikan itu, misteri Dover Demon tetap tidak terpecahkan hingga saat ini.

Dover Demon - misteri abadi
Pada tahun 2006, wartawan dari Boston Globe menemui Bill Bartlett untuk mengenang kembali perjumpaannya dengan Dover Demon. Setelah 29 tahun berlalu Bill tetap bertahan pada kesaksiannya dan menegaskan kembali kalau ia tidak merekayasa kisah itu.

Bahkan Bill mengatakan kalau ia menyesal telah menceritakan kisah itu karena kredibilitasnya mulai dipertanyakan oleh banyak orang.
"Aku tidak tahu apa yang kulihat waktu itu."

"Yang pasti, aku tahu kalau aku telah melihat sesuatu. Aku tidak merekayasa kisah itu, walaupun kadang aku berharap telah merekayasanya. Aku tidak pernah mencoba untuk menjadi lucu. Semua orang yang mengenalku tahu kalau aku tidak mengarang semua ini."

"Aku berharap makhluk itu muncul kembali supaya semua orang tahu kalau aku menceritakan yang sebenarnya."

Loren Coleman memberikan refleksinya sendiri mengenai Dover Demon.
"Tidak apa jika kita mengatakan kalau kita tidak mengetahui jawaban atas misteri ini.’’

"Saya kira misteri Dover Demon akan terus hidup. Penampakan itu adalah fenomena tidak terjelaskan yang kemashyurannya telah tersebar ke seluruh dunia, dan saya kira kota Dover akan bangga dengan hal itu."
(strangene.comboston.com)

Friday, January 7, 2022

Misterius, Ada Jejak Kaki Raksasa di Desa Cilame, Bandung Barat


Warga Kampung Mekarahayu, Kabupaten Bandung Barat, mendadak geger dengan penemuan tiga jejak kaki ukuran raksasa di sebuah halaman rumah berukuran sekitar 40 sentimeter dengan lebar 10 sentimeter dan kedalamannya sekitar 5 sentimeter.

Pada Rabu (10/6/2009) lalu sekitar pukul 07.00 WIB pagi, Nunung Kustini (53) bermaksud menyiram tanaman. Sontak matanya terbelalak ketika melihat tiga jejak kaki manusia berukuran raksasa menghiasi halaman rumah miliknya dan suaminya Rahman (53), di Kampung Mekarrahayu RT 01/RW 02 Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Jejak itu berupa satu jejak telapak kaki kanan dan dua telapak kaki kiri. Ukuran jempolnya saja dua kali lipat ukuran jempol orang dewasa. Kabar yang sambung-menyambung dari mulut ke mulut ini menimbulkan banyak pendapat dari masyarakat Kampung Mekarahayu.

Jejak kaki itu cukup dalam. Saat ditemukan, kedalamannya sekitar 5 cm. Penemuan jejak kaki “berukuran jumbo” tersebut dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Ada yang mengatakan sebagai jejak kaki buta ijo, ada pula yang menduga jejak jin.

“Saya enggak tahu jejak makhluk apa itu. Kalau disebut jejak manusia, jelas tidak mungkin. Ukurannya terlalu besar, sekalipun untuk ukuran kaki orang Barat,” kata Nunung Kustini di rumahnya, Kamis (25/6/2009).

tapak kaki raksasa desa cilame bandung barat

Salah satu dari tiga jejak kaki ukuran raksasa di sebuah halaman rumah berukuran sekitar 40 sentimeter dengan lebar 10 sentimeter dan kedalamannya sekitar 5 sentimeter. (dicky mawardi).

Ditemui di kediamannya sendiri, Nunung mengatakan bahwa ia baru sadar ada jejak kaki setelah memeriksa lahan pekarangannya yang ditanami bunga dan tanaman hias lainnya. Rumah Nunung berhadapan dengan Masjid Al-Ibtida dan di samping merupakan kebun yang dipakai untuk pemakaman keluarga.

“Saya tidak mendengar apa pun. Baru pagi ketika Bapak akan menyiram tanaman ia melihat jejak tiga kaki berukuran sekitar 40 sentimeter dengan lebar 10 sentimeter,” tutur Nunung.

Tetangga Nunung, Lia (25), mengatakan, ia sempat mendengar ada suara orang menginjakkan kaki dengan sangat cepat pada malam hari kemarin, Selasa (9/6/2009). Namun, karena mengantuk, ia tidak sempat melihat keluar dan memeriksa siapakah orang yang menginjakkan kaki tersebut.

“Suara jejak itu sangat cepat dan sempat membangunkan tidur saya,” katanya.

Ada yang unik dari jejak kaki itu. Sebatang tanaman kecil berdiri tegak di dalam jejak itu. Jika batang tanaman itu diinjak maka seharusnya patah.

Peta lokasi desa Cilame Ngamprah Bandung Barat.

Peta lokasi desa Cilame Ngamprah Bandung Barat.

Pengunjung berdatangan

Kabar tersebut menyebar dengan cepat. Warga pun datang berbondong-bondong untuk melihatnya. Agar pengunjung tidak merusak jejak kaki itu, pemilik rumah memagarinya dengan bambu.

Meski sudah 15 hari sejak ditemukan, jejak itu masih terlihat jelas. Padahal hujan sudah beberapa kali turun di Desa Cilame tersebut.

jejak-kaki-raksasa-misterius-di-desa-cilame

Sudah lebih dari 2 minggu dan beberapa kali turun hujan, jejak tapak kaki raksasa tatep terlihat jelas.

Penemuan itu, menurut Nunung, bukan yang pertama. Dua bulan lalu, Nunung juga sempat dikagetkan dengan penemuan 10 jejak kaki binatang yang menyerupai tapak harimau.

Memang, sejak penemuan jejak kaki raksasa itu, orang mengaitkannya dengan sesuatu yang berbau mistis. Tapi betulkan jejak itu bekas buta ijo atau jin?

Ditemui tak jauh dari lokasi penemuan jejak kaki, anggota Dewan Khusus Masjid Al-Ibtida, Wawan Setiawan, akan meminta kepada pihak keluarga untuk segera mengubur jejak kaki tersebut karena dikhawatirkan timbul sifat musyrik dan hal aneh lainnya yang juga bisa merugikan masyarakat. (klik-galamedia.com / tribunjabar.co.id / fam, regional.kompas )

Anak sekolah cinangsi Desa Cilame

Anak-anak Sekolah Dasar sedang berjalan bersama saat jam pulang sekolah menuju rumahnya di Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung Barat,. Asep Permana (tengah) dan temannya setiap hari harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer dari rumahnya menuju SDN Cilame di Kampung Sodong dengan medan jalan tanjakan tajam. Tampak latar belakang perbukitan tempat jejak raksasa ditemukan. (pict: pikiran rakyat / USEP USMAN NASRULLOH/”PRLM”).




 

Wednesday, January 5, 2022

Mengerikan! Ilmuwan Temukan “Zona Kematian” di Samudera Atlantik


Ilmuwan menemukan ‘zona mati’ di perairan tropis Atlantik Utara. Ikan dan makhluk laut lainnya yang berada zona itu berpotensi mati.

Sebuah tim ahli biologi kelautan Jerman dan Kanada, untuk pertama kalinya menyaksikan daerah yang bisa disebut sebagai ‘zona mati’ atau Dead Zone di Samudera Atlantik.

Dead Zone disini yaitu sebuah kawasan atau tempat dimana tak ada kehidupan yang dapat bertahan, karena nyaris tidak ada oksigen yang terlarut di dalam air laut.

Zona habisnya oksigen di alam ini sebelumnya pernah ditemukan di sepanjang wilayah pesisir lepas pantai bagian timur dan selatan Amerika Serikat dan juga di Laut Baltik. Namun ini adalah pertama kalinya tempat seperti itu berada tengah laut terbuka.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Biogeosciences, peneliti menguraikan adanya “kantong beroksigen rendah’ (low-oxygenated patches) dalam air laut di Samudera Atlantik.

Daerah itu luas, terkadang seluas 100 mil persegi dan zona itu melakukan perjalanan terus-menerus dan juga musiman. Salah satu yang terbesar telah ditemukan sebelumnya dan ada setiap tahun, berada di Teluk Meksiko.

Apa yang membuat wilayah ini lebar, adalah karena tercampur dan teraduknya nutrisi dan mikroba yang datang dari tempat lain secara besar-besaran.

Hal ini adalah proses siklus: nutrisi adalah makanan untuk berkembangnya ganggang atau alga yang pada gilirannya bisa dimakan oleh mikro-organisme.

Hal ini akan menciptakan limbah karena ketika mati, ganggang tersebut akan tenggelam ke dasar laut yang kemudian dimakan oleh mikroba lainnya.

Proses ini menggunakan banyak oksigen, oleh karenanya menciptakan sebuah kawasan yang bebas dari keberadaan oksigen.

Nutrisi yang hilang sini adalah alat transportasiTapi jika ada hewan atau ikanhanya ada dua pilihanbergerak dan hidupatau tinggal dan matiBiasanya hanya mikroorganisme laut tertentu saja yang mampu hidup di area tersebut.

Zona mati atau dead zone biasanya ditemukan di perairan dangkaldi mana tidak banyak pencampuran berlangsung. Sementara samudra Atlantik jelas sangat berbedayang menciptakan sebuah teka-teki.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/96/La-Jolla-Red-Tide.780.jpg

Zona Mati sering disebabkan oleh pembusukan ganggang karena banyaknya kumpulan ganggang, seperti yang satu ini di lepas pantai La Jolla, San Diego, California.

Survei terbaru menunjukkan ada wilayah yang berada di Atlantik Utara, tepatnya barat Afrika, yang punya kandungan oksigen 20 kali lebih rendah dari dugaan semula.

Para peneliti menemukan bahwa dead zone ini menyamar sebagai pusaran atau dikenal dengan istilah ‘eddies’ yang pada dasarnya adalah siklon laut besar di samudera yang berputar menjadi pusaran atau vortex, yang mana fenomena ini tidak berbeda dengan bagaimana cuaca kadang-kadang dapat berbuat hal yang sama seperti terjadi di daratan.

The dead zones could impact the people

Para peneliti menemukan bahwa dead zone ini menyamar sebagai ‘pusaran’ atau dikenal dengan istilah ‘eddies’ yang pada dasarnya adalah siklon laut besar di samudera yang berputar menjadi pusaran atau vortex, yang mana fenomena ini tidak berbeda dengan bagaimana cuaca kadang-kadang dapat berbuat hal yang sama seperti terjadi di daratan.

Mereka dapat berputar tak terganggu selama berbulan-bulanPutaran pusaran atau spinning vortex ini menciptakan ‘dinding’ disekitar inti pusatnya  sebuah proses yang dengan cepat dapat menguras oksigen dari wilayah itudan sebagai akibatnya, sebuah zona mati atau dead zone akhirnya tercipta.

Seorang penulis studi Johannes Karstensen dari University of Bremen mengatakannya dalam siaran pers di jurnal European Geosciences Union (EGU) mengatakan:

“Rotasi yang cepat dari pusaran membuatnya sangat sulit untuk terjadi perputaran oksigen untuk melewati batas antara zona putaran yang sedang terjadi dengan laut disekitarnya. Selain itu, sirkulasi menciptakan lapisan yang sangat tipis beberapa puluh meter di atas air yang berputar-putar dan mendukung pertumbuhan tanaman yang intens. “

Yang mengejutkan dia dan timnya adalah, bahwa tingkat penipisan oksigen yang ditemukan sebelumnya pada ‘zona mati’ adalah mematikan: sebelum studi, perkiraan umum menempatkan oksigen yang terlarut hanya sekitar 1 mililiter per liter air laut.

Karstensen dan timnya meskipun telah menemukan ujung bawah dari spektrum di Atlantik itupun, hanya berisi 0,3 mililiter kadar oksigen per liter air lautSementara, konsentrasi oksigen di luar pusaran mencapai 100 kali lebih besar.

cape_verde_map

Para peneliti khawatir walau berada di tengah samudera Atlantik, keberadaan ‘Zona Mati’ atau Dead Zone ini bahkan bisa memiliki efek pada manusia yang hidup di darat, terutama di Cape Verde.

Secara ekonomi, adanya zona kematian bisa merugikan. Di Laut Baltik misalnya, tangkapan ikan berkurang akibat adanya zona kematian ini.

Semua intensitas fenomena ini tergantung pada kecepatan pusaran, konsentrasi bahan kimia, pola cuaca dan rotasi bumi.

Para peneliti khawatir walau berada di tengah samudera Atlantik, keberadaan ‘Zona Mati’ atau Dead Zone ini bahkan bisa memiliki efek pada manusia yang hidup di darat, terutama di Cape Verde.

“Mengingat bahwa walau beberapa ‘Zona Mati’ yang kita amati tersebar kurang dari 100 kilometer di utara dari kepulauan Cape Verde, namun tidak mungkin bahwa ‘zona mati’ di laut terbuka hanya akan melanda pulau di beberapa titik,” jelas Kartsensen.

“Hal ini dapat menyebabkan pantai akan dibanjiri oleh air yang sangat rendah kadar oksigen, yang dapat menjadikan tekanan berat pada ekosistem pesisir dan bahkan dapat menjadi pemicu matinya ikan dan kehidupan laut atau ekosistim lainnya. “

Ketika mati, alga akan tenggelam ke dasar laut dan akan diuraikan oleh bakteri. Dalam penguraian itu, bakteri membutuhkan oksigen. Area dengan jumlah alga banyak biasanya akan menjadi “Dead Zone” atau Zona Kematian. (sumber: RT)

 

Baru Saja Mau Berperang, Sebuah Meteor Jatuh di Tengah Pertempuran Membuat Kedua Pasukan Bubar


Peperangan batal terjadi karena sebuah meteor jatuh di tengah medan pertempuran. Kedua pasukan pun lari tunggang-langgang.

Kerajaan Roma berkembang pesat dan terus meluaskan kekuasaan politiknya ke wilayah Timur melalui Asia Kecil. Beberapa kerajaan merdeka di wilayah tersebut dengan gigihnya melawan tirani dari kerajaan Roma yang terkenal “haus kekuasaan”. Salah satunya adalah Kerajaan Pontus.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a0/Mithridates_VI_of_Pontus.jpg

Berpusat di Sinope, dekat Laut Hitam, yang kini terletak di Turki modern, Kerajaan Pontus adalah kerajaan Hellenistik (bercorak budaya campuran Persia-Yunani) yang berdiri tahun 281 Sebelum Masehi.

Kerajaan Pontus mencapai puncak keemasaannya pada masa kekuasaan Raja Mithridates VI. Dia mempunyai agenda politik yang anti terhadap segala hal berbau Romawi. Peperangan pun terjadi.

Sejarah mencatat telah terjadi tiga kali peperangan antara Kerajaan Pontus dan Kerajaan Roma yang dikenal dengan nama Perang Mithridatic, yang terjadi pada :

– Perang Mithridatic I (88 – 84 SM).

– Perang Mithridatic II (83 – 81 SM).

– Perang Mithridatic III (75 – 63 SM).

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Pontus.png/600px-Pontus.png

Wilayah Pontus di selatan Laut Hitam yang kini menjadi wilayah Turki

Perang Mithridatic III dipicu oleh kegagalan Raja Mithridates VI dari Kerajan Pontus saat ingin menjatuhkan Raja Nicomedes IV dari Bithynia, kerajaan Hellenistik di pesisir Laut Hitam yang dikendalikan Roma.

Kegagalan ini membuat Roma ikut campur, bahkan berupaya balik menjatuhkan Raja Mithridates VI dan sekaligus menjadikan Kerajaan Pontus yang kaya sebagai provinsinya. Lucius Licinius Lucullus, seorang politisi, memimpin pasukan Roma dalam Perang Mithridatic III.

Pada suatu waktu antara tahun 74-70 SM, Lucullus sang politisi sekaligus pemimpin pasukan bermaksud melakukan serangan mendadak ke Kerajaan Pontus ketika Raja Mithridates VI sedang pergi dengan pasukannya.

https://i0.wp.com/www.ancient-battles.com/catw/pontus/pont_machairaphoroi.png

Pasukan Kerajaan Pontus (ilustrasi).

Namun info ini sepertinya bocor dan terdengar lawannya, Lucullus justru dikejutkan oleh kemunculan pasukan Pontus yang telah siap sedia dan dipimpin oleh Raja Mithridates VI. Kedua pasukan pun mau tak mau bersiap untuk perang di wilayah Otroea, lokasi kala ini dekat Danau Iznik di Turki modern.

“Ketika kedua pasukan sedang bersiap-siap untuk bertempur, tiba-tiba langit tampak bagaikan terbelah dan di antara kedua pasukan jatuhlah sebuah meteor besar yang terbakar, bentuknya menyerupai sebuah tong berwarna perak yang panas,” ujar Plutarch, sejarawan Yunani, seperti dikutip James Ussher dkk dalam The Annals of the World, Volume 1.

Kedua pasukan terkejut dan memilih lari tunggang-langgang menyelamatkan diri masing-masing untuk meninggalkan medan perang.

https://i0.wp.com/historia.co.id/img/foto_berita/978140215_Mithridatic-Wars.jpg

Patung Mithridates VI (kiri) dan Lucius Licinius Lucullus (kanan). (historia.co.id)

Mereka menafsirkan fenomena alam ini sebagai pertanda buruk dari dewa mereka masing-masing.

“Adalah benar jika orang-orang Roma pada masa itu takut dengan komet, bintang jatuh, dan meteor,” tulis Adrienne Mayor dalam The Poison King: The Life and Legend of Mithradates, Rome’s Deadliest Enemy.

Sejarawan modern masa kini kerap melupakan peristiwa itu. Namun Richard Stothers, seorang peneliti NASA yang ahli dalam mengobservasi peristiwa-peristiwa astronomi di masa kuno, memiliki sedikit penjelasan mengenai jenis meteor yang jatuh tersebut.

“Karena ada ribuan saksi yang melihat dari jarak dekat, Stothers meyakini laporan dari Plutarch otentik. Munculnya cahaya yang amat menyilaukan di siang hari itu mengindikasikan besarnya dampak getaran yang dihasilkan meteor ini. Stothers mengestimasi ukuran lingkar objek tersebut lebih dari 4 kaki (atau lebih dari satu meter,  tepatnya 121 cm),” tulis Adrienne.

Mithridates and his troops were defeated by Romans and the king had to go into exile

Perang antara Lucullus dan Raja Mithridates VI pun menjadi batal karena peristiwa ini. Dan nasib buruk pun telah menimpa mereka setelahnya.

Karena dianggap tak kompeten, Lucullus dicopot dari jabatannya sebagai pemimpin pasukan.

Dia digantikan Pompey, jenderal Roma yang kemudian menaklukkan Kerajaan Pontus dan mengakhiri Perang Mithridiatic III.

Sedangkan Raja Mithridates VI yang memimpin Pontus memilih bunuh diri daripada tertangkap pasukan Roma.

Wilayah Kerajaan Pontus terkenal akan kesuburan alamnya, salah satunya adalah buah Cherry, yang dibawa dari Kerajaan Pontus ke Eropa sejak tahun 72 Sebelum Masehi dan menjadi salah satu buah yang terkenal di dunia hingga kini.

(The Annals of the World / The Poison King: The Life and Legend of Mithradates, Rome’s Deadliest Enemy/Patung Mithridates VI/ pic: historia)

Pustaka:


http://annoyzview.files.wordpress.com/2012/03/sardes_gymnasium01.jpg

Sardes Gymnasium, peninggalan Raja Mithridates VI

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bc/PonticKingdom.png/575px-PonticKingdom.png?uselang=fa

Kerajaan Pontus.



 

Monday, January 3, 2022

Kepunahan Masa Kelam Usai Hujan Meteor yang Memusnahkan Dinosaurus


Tahun-tahun setelah tumbukan asteroid yang memusnahkan dinosaurus non-unggas adalah masa-masa kelam—secara harfiah. Jelaga dari kebakaran hutan yang mengamuk memenuhi langit dan menghalangi matahari, yang secara langsung berkontribusi pada gelombang kepunahan yang mengikutinya, menurut penelitian baru.

Setelah asteroid menghantam Bumi, sekitar 66 juta tahun yang lalu, bencana alam itu memusnahkan banyak bentuk kehidupan secara instan. Namun dampaknya juga menyebabkan perubahan lingkungan yang mengarah pada kepunahan massal yang berlangsung dari waktu ke waktu. Salah satu pemicu kepunahan tersebut mungkin adalah awan tebal abu dan partikel yang dimuntahkan ke atmosfer dan menyebar ke planet ini. Akibatnya bagian Bumi terselimuti kegelapan yang bisa bertahan hingga dua tahun.

Selama waktu itu fotosintesis akan gagal, yang menyebabkan keruntuhan ekosistem. Dan bahkan setelah sinar matahari kembali, penurunan ini bisa bertahan selama beberapa dekade lebih, menurut penelitian yang dipresentasikan pada 16 Desember pada pertemuan tahunan American Geophysical Union (AGU), yang digelar di New Orleans dan daring.

Periode Cretaceous (145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu) berakhir dengan ledakan ketika sebuah asteroid yang melaju dengan kecepatan sekitar 27.000 mph (43.000 km/jam) menabrak Bumi. Diameternya sekitar 12 kilometer, dan meninggalkan bekas luka yang dikenal sebagai kawah Chicxulub, yang terletak di bawah air di Teluk Meksiko dekat Semenanjung YucatƔn dan berdiameter setidaknya 150 kilometer. Dampaknya akhirnya memusnahkan setidaknya 75% kehidupan di Bumi, termasuk semua dinosaurus non-unggas (garis keturunan yang menghasilkan burung modern adalah satu-satunya cabang pohon keluarga dinosaurus yang selamat dari kepunahan).

Awan batu hancur dan asam sulfat dari kecelakaan itu akan menggelapkan langit, mendinginkan suhu global, menghasilkan hujan asam dan memicu kebakaran hutan. Para ilmuwan pertama kali mengusulkan pasca-asteroid "skenario musim dingin nuklir" pada 1980-an; hipotesis ini menunjukkan bahwa kegelapan berperan dalam kepunahan massal setelah dampak jaman Kapur, kata Peter Roopnarine, kurator geologi di Departemen Zoologi dan Geologi Invertebrata di California Academy of Sciences, dan presenter pada pertemuan AGU.

Namun, hanya dalam dekade terakhir ini para peneliti mengembangkan model yang menunjukkan bagaimana kegelapan itu dapat memengaruhi kehidupan, kata Roopnarine yang dilansir dari Live Science.

"Pemikiran umum sekarang adalah bahwa kebakaran hutan global akan menjadi sumber utama jelaga halus yang akan melayang ke atmosfer atas," kata Roopnarine. "Konsentrasi jelaga dalam beberapa hari hingga minggu pertama kebakaran akan cukup tinggi untuk mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk ke tingkat yang cukup rendah untuk mencegah fotosintesis."

Masa Kelam

kegelapan jangka panjang dipelajari dengan merekonstruksi komunitas ekologi yang akan ada pada saat itu dari dampak asteroid. Mereka menggunakan 300 spesies yang diketahui dari Formasi Hell Creek, hamparan kaya fosil serpih dan batu pasir yang berasal dari bagian akhir jaman Kapur dan meluas ke bagian Montana, Dakota Utara, Dakota Selatan, dan Wyoming.

"Kami fokus pada wilayah itu karena catatan fosil telah diambil sampelnya dengan baik dan dipahami dengan baik secara ekologis, sehingga kami dapat merekonstruksi paleocommunity dengan andal," kata Roopnarine.

Mereka kemudian membuat simulasi yang memaparkan komunitas mereka pada periode kegelapan yang berlangsung antara 100 dan 700 hari, untuk melihat interval mana yang akan menghasilkan tingkat kepunahan vertebrata yang tersimpan dalam catatan fosil – sekitar 73%, menurut presentasi tersebut. Permulaan kegelapan pasca-benturan akan berlangsung cepat, mencapai maksimum hanya dalam beberapa minggu, kata Roopnarine dalam email.

Para peneliti menemukan bahwa ekosistem dapat pulih setelah periode kegelapan yang berlangsung hingga 150 hari. Tapi setelah 200 hari, komunitas yang sama mencapai titik kritis, di mana "beberapa spesies punah dan pola dominasi bergeser," para ilmuwan melaporkan. Dalam simulasi di mana kegelapan berlangsung selama durasi maksimum, kepunahan melonjak secara dramatis. Selama interval kegelapan 650 hingga 700 hari, tingkat kepunahan mencapai 65% hingga 81%, menunjukkan bahwa komunitas Hell Creek mengalami sekitar dua tahun kegelapan, menurut model.

"Kondisi bervariasi di seluruh dunia karena aliran atmosfer dan variasi suhu, tapi kami memperkirakan bahwa kegelapan bisa bertahan di daerah Hell Creek sampai dua tahun," kata Roopnarine, menambahkan bahwa temuan ini adalah awal dan

Setelah ekosistem mencapai yang titik kritis, akhirnya bisa pulih dengan distribusi spesies baru; Namun, proses itu akan memakan waktu puluhan tahun, para peneliti menemukan. Stimulasi yang diperpanjang dari komunitas Hell Creek yang menjadi gelap selama 700 hari menunjukkan bahwa setelah kegelapan hilang, butuh 40 tahun bagi kondisi ekosistem untuk mulai pulih kembali, para ilmuwan melaporkan pada konferensi tersebut.

Ilmuwan Tiru Teknologi UFO untuk Membuat Pesawat Penjelajah Bulan


Ilmuwan di MIT sedang mengembangkan teknologi penjelajah yang bisa melayang di atas permukaan bulan seperti UFO. Penjelajah yang menyerupai piring terbang ini akan mengunakan bahan bakar ion mini cair yang bisa membuatnya melayang di atas permukaan. 

Tim peneliti di MIT sedang mengembangkan konsep baru untuk penjelajah yang melayang memanfaatkan muatan alami Bulan. 

Penjelajah ini akan memanfaatkan medan listrik alami yang terbentuk di atas permukaan Bulan karena paparan langsung radiasi matahari dan kurangnya atmosfer. Muatan permukaan ini dikatakan cukup kuat untuk menendang Moondust dan melayangkannya lebih dari tiga kaki di atas tanah seperti listrik statis yang membuat bulu kuduk berdiri.

Saat ini perangkat tersebut masih berupa konsep dan hanya diuji dalam simulasi, bukan dalam skenario dunia nyata. Para peneliti berharap perangkat semacam ini dapat membantu misi masa depan ke Bulan dan asteroid.

 Cara kerjanya, penjelajah akan melayang dan bermanuver di medan yang tidak diketahui dan tidak rata. Penjelajah bekerja dengan mengirimkan listrik dalam bentuk ion ke permukaan bulan, yang kemudian akan ditolak oleh permukaan bulan, mendorongnya dari tanah.

 Dalam studi kelayakan pertama mereka, para peneliti menemukan bahwa dorongan ion bisa cukup kuat untuk membawa kendaraan seberat 2 pon di bulan atau di asteroid besar seperti Psyche.



 

Sunday, January 2, 2022

Mirip Tembok Yajuj dan Majuj. Gunung Kaukasus Berkonstruksi Rodm yang Sulit Dilubangi

Bukti geologi berupa perbandingan sampel tanah yang diambil dari dinding tebing sebelah utara celah yang diperkirakan tempat dibangunnya dam, dan juga sampel tanah di tebing sebelah selatannya benar-benar membuktikan bahwa di tempat ini pernah dibangun sebuah dam yang membendung aliran sungai Terek. Tanah di tebing sebelah utara dam memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sementara tanah di sebelah selatan dam memiliki kandungan air yang sangat rendah. Perbedaan mencolok kandungan air pada kedua sampel tanah ini hanya terjadi jika tanah di sebelah utara dam terendam air dalam jangka waktu yang sangat lama. Konstruksi “rodm” yang kokoh ini tidak memungkinkan untuk dilobangi ataupun dirusak menggunakan peralatan manual. Pendapat yang menyatakan bahwa Yakjuj Makjuj melobangi tembok tersebut perlu dikaji lebih jauh kebenarannya, karena bertentangan dengan informasi yang disebutkan dalam Al Quran. (Al-Kahfi:97) “Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.” Konstruksi tembok besi berlapis tembaga ini bukanlah sekedar lempengan besi tipis, melainkan konstruksi balok-balok besi yang didesain sedemikian rupa dan mampu menahan bendungan air di utara tembok. Ini adalah konstruksi sebuah dam yang tebal, kokoh, dan lumayan tinggi.

Menurut perkiraan, tinggi tembok Yajuj dan Majuj ini tidaklah setinggi puncak gunung yang sekitar 1000 meter (1 km) dari dasar celah, melainkan cukup tinggi untuk menutup celah tersebut